Jumat, 06 April 2012

masalah budidaya kelapa sawit


herry opinion.......

Masalah yang dihadapi dalam budidaya kelapa sawit, yaitu ;

“Masalah kebutuhan air untuk tanaman kelapa sawit”
            Tanaman kelapa sawit membutuhkan banyak air untuk mencapai produksi yang maksimal. Terkadang kebutuhan air ini menjadi faktor pembatas pada tanaman kelapa sawit sekaligus menjadi masalah dalam teknis budidayanya.
            Ketersediaan air merupakan salah satu faktor pembatas utama bagi produksi kelapa sawit. Pada fase vegetatif kekeringan pada tanaman kelapa sawit ditandai oleh kondisi daun tombak tidak membuka dan terhambatnya pertumbuhan pelepah. Pada keadaan yang lebih parah kekurangan air menyebabkan kerusakan jaringan tanaman yang dicerminkan oleh daun pucuk dan pelepah yang mudah patah. Pada fase generatif kekeringan menyebabkan terjadinya penurunan produksi tanaman akibat terhambatnya pembentukan bunga, meningkatnya jumlah bunga jantan, pembuahan terganggu, gugur buah muda, bentuk buah kecil dan rendemen minyak buah rendah.
            Kelapa sawit membutuhkan air dalam jumiah banyak untuk mencukupi kebutuhan pertumbuhan dan produksinya. Sehingga tanaman ini umumnya dikembangkan pada daerah yang memiliki curah hujan tinggi yaitu lebih dari 2 000 mm/tahun atau paling sedikit 150 mm/ atau berkisar 1.700 - 3,000 mm/tahun atau sebesar 5 - 6 mm/hari tergantung pada umur tanaman dan cuaca ,serta tanpa periode kering yang nyata atau bulan kering kurang dari satu bulan per tahun.
            Tanaman kelapa sawit memiliki perakaran yang relatif pendek sehingga perlu banyak air untuk pertumbuhan dan produksinya, kekeringan memiliki dampak yang kurang baik pada tanaman kelaa sawit.
            Kekeringan menyebabkan tanaman kekurangan air yang mengakibatkan penyerapan hara terhambat, fotosintesis dan metabolisme terganggu, serta perkembangan jaringan tanaman terhambat sehingga dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan serta menurunkan produktivitas kelapa sawit. Tingkat kerusakan tanaman kelapa sawit yang terjadi akibat kekeringan terutama bergantung pada kondisi pertanaman kelapa sawit, tingkat dan lamanya kekeringan, serta kondisi tanah.
            Oleh sebab itu untuk menanggulangi masalah kebutuhan air pada tanaman kelapa sawit ini perlu disesuaikan dengan kondisi tempat yang memiliki curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksinya.
- Curah hujan.
             Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit adalah di atas 2000 mm dan distribusi merata sepanjang tahun tanpa bulan kering yang berkepanjangan. Hujan yang tidak turun selam 3 bulan menyebabkan pertumbuhan kuncup daun terhambat sampai hujan turun (anak daun atau janur tidak dapat memecah). Hujan yang lama tidak turun juga banyak berpengaruh terhadap produksi buah, karena buah yang sudah cukup umur tidak mau masak sampai turun hujan. Oleh karena itu musim kemarau yang panjang akan sangat menurunkan produksi di samping pertumbuhan tanaman yang amat merana.
            Sebaran curah hujan merupakan faktor yang penting untuk perkembangan bunga. Pada umumnya sewaktu musim hujan terbentuk lebih banyak tandan bunga betina, sedang pada musim kemarau terbentuk lebih banyak bunga jantan dikarenakan mulai awal musim kemarau pemisahan bunga cenderung ke arah bunga jantan.
            Banyak pendapat menambahkan bahwa pembagian hujan yang merata betul dalam satu tahunnya berakibat hasil buah kurang, karena pertumbuhan vegetatif lebih dominan daripada pertumbuhan generatif, sehingga bunga atau buah yang terbentuk lebih sedikit, sehingga produksinya akan semakin menurun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar